Chex & Rimba. Diberdayakan oleh Blogger.

Adsensecamp

Mutiara Kata

Hiduplah seperti lilin menerangi orang lain,janganlah hidup seperti duri dan menyakiti orang lain

Berapa Nilai Web/Blog Anda???

Jumat, 14 Mei 2010

Menguak Kapal Nabi Nuh

kapal-nabi-nuh3worpress

BISMILAHIR RAHMANIR RAHIIM

Bagi umat Islam yang pernah membaca sejarah 25 Nabi dan Rasul, pastinya mengetahui tentang kisah Nabi Nuh AS. Ia diutus oleh Allah SWT untuk mengajak kaumnya menyembah Allah SWT. Dan, selama lebih dari 900 tahun berdakwah kepada tiga generasi dari kaumnya, Nabi Nuh AS hanya mendapatkan pengikut sebanyak 70 orang dan delapan anggota keluarganya.

Nabi Nuh AS berdakwah siang dan malam, namun kaumnya tak juga mau menerima kehadirannya sebagai pesuruh Allah SWT. Hingga akhirnya, ia memohon kepada Allah agar kaumnya yang suka membangkang itu diberikan pelajaran agar mereka mau menyembah Allah. Doanya pun dikabulkan oleh Allah SWT. Ia diperintahkan untuk membuat sebuah kapal sebagai persiapan bila siksa Allah telah datang berupa banjir. Di dalam kapal tersebut, nantinya diikut sertakan pula semua spesies binatang secara berpasang-pasangan.

Setelah semuanya telah siap, pengikut Nabi Nuh dan hewan-hewan telah naik ke kapal, tak lama kemudian turunlah hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir besar. Selain mereka yang berada di atas kapal, tak ada yang selamat dari banjir tersebut. Dan, ketika banjir telah reda, kapal Nabi Nuh kemudian terdampar (berlabuh) di sebuah bukit yang tinggi (al-Judy). Peristiwa ini secara lengkap terdapat dalam Alquran Surah Nuh ayat 1-28 dan Hud (11) ayat 25-33, 40-48, dan 89. Cerita serupa juga terdapat dalam berbagai surah lainnya dalam Alquran.

Peristiwa banjir besar yang melanda umat Nabi Nuh ini tidak hanya terdapat dalam Alquran. Pada agama lain pun, seperti Kristen juga diceritakan peristiwa serupa.

Peristiwa banjir yang menenggelamkan umat Nabi Nuh itu, kini telah merebak ke seantero dunia. Para peneliti arkeologi berlomba-lomba mengungkap kebenaran cerita itu dengan meneliti tempat berlabuhnya kapal Nuh tersebut.

Seorang warga Schagen, Belanda, Johan Huibers, membuat replika kapal Nabi Nuh sekitar dua tahun lalu. Meski, saat itu masyarakat mengecapnya “gila”, ia tetap meneruskan proyeknya itu. Proyeknya tersebut diklaim sebagai pembuktian kesetiaaan imannya kepada Tuhan dan ajaran-Nya.

Bukan hanya kisah Huibers tadi yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh. Tapi, cerita tentang bahtera (kapal) Nabi Nuh telah berpuluh tahun menjadi inspirasi maupun perbincangan di kalangan awam, arkeolog, dan sejarawan dunia. Hasil temuan mereka pun masih menjadi kontroversi dan belum berhasil mengungkap misteri yang sebenarnya tentang di mana kapal Nuh terdampar.

Kabarnya, sejumlah peneliti telah menemukan bukti-bukti valid tentang keberadaan kapal Nuh itu. Melalui penelitian selama beratus-ratus tahun dan mengamati hasil foto satelit, salah satu situs yang dipercaya sebagai jejak peninggalan kapal tersebut terletak di pegunungan Ararat, Turki, yang berdekatan dengan perbatasan Iran. Pemerintah Turki mengklaim 3500 tahun kemudian bangkai kapal tersebut ditemukan pada 11 Agustus 1979 di wilayahnya. Bahkan, situs ini telah dibuka untuk umum dan menjadi objek wisata. Kini, Gunung Sabalan di Iran, yang terletak 300 km dari situs pertama, juga tengah diselidiki.

Berbagai cara pembuktian pun dilakukan. Seperti yang terlihat dari foto-foto lansiran situs noahsark-naxuan.com, di lokasi itu tampak sebuah bentuk simetris raksasa seperti cekungan perahu. Diduga, tanah, debu, dan batuan vulkanis yang memiliki usia berbeda-beda telah masuk ke dalam perahu tersebut selama bertahun-tahun sehingga memadat dan membentuk sesuai bentuk perahu. Di sekitarnya ditemukan pula jangkar batu, reruntuhan bekas permukiman, dan ukiran dari batu.

Memanfaatkan peta satelit Google Earth, lokasi situs perahu Nabi Nuh itu terletak pada ketinggian sekitar 2000 dpl (dari permukaan laut). Lokasinya berada di kaki bukit yang agak rata. Sedangkan, di daerah sekitarnya masih ada lembah raksasa yang memiliki ketinggian jauh lebih rendah.

Berdasarkan hal tersebut, perahu Nabi Nuh diperkirakan mendarat pada saat banjir masih belum benar-benar surut. Hal ini juga menunjukkan bahwa kondisi topografi di sekitar situs perahu Nabi Nuh sangat mendukung untuk terjadinya banjir besar.

Keberadaan kapal Nuh di pegunungan Ararat itu diyakini para peneliti arkeologi sebagai penemuan paling heboh di dunia, selain Mumi Firaun dan Piramida. Sebab, penelitian itu dilakukan ratusan kali dengan melibatkan para pakar dan ahli geologi, arkeologi, dan pesawat luar angkasa untuk mengawasi dan memotret pegunungan Ararat. Dan, ‘penemuan’ itu dianggap paling heboh dan teramat berharga, karena peristiwa itu terjadi lebih dari 5000 tahun lalu.

Di sekitar objek tersebut, juga ditemukan sebuah batu besar dengan lubang pahatan. Para peneliti percaya bahwa batu tersebut adalah drogue-stones. Pada zaman dulu, batu tersebut biasanya dipakai pada bagian belakang perahu besar untuk menstabilkan perahu. Para peneliti juga menemukan sesuatu yang tidak lazim pada batu tersebut, yakni adanya sebuah molekul baja yang diperkirakan berusia ribuan tahun lalu dan dbuat oleh tangan manusia. Karena itu, mereka meyakini, tempat tersebut adalah jejak pendaratan perahu Nuh.

Dari beberapa foto-foto yang dihasilkan, lokasi pegunungan Ararat itu memang menunjukkan adanya sebuah perahu yang sangat besar. Ukuran perahu itu diperkirakan memiliki luas 7.546 kaki (2300 meter) dengan panjang sekitar 500 kaki (1524 meter), lebar 83 kaki (272.3 meter), dan tinggi 50 kaki(173.88 meter).

Baidawi, salah seorang peneliti Muslim menjelaskan, ukuran kapal itu sekitar 300 hasta (panjang sekitar 50 meter dan luas 30 meter) dan terdiri atas tiga tingkat. Di tingkat pertama, diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan. Lalu, pada tingkat kedua ditempatkan manusia, dan yang ketiga burung-burung.

Ada juga yang berpendapat, kapal Nuh itu berukuran lebih luas dari sebuah lapangan sepak bola. Luas pada bagian dalamnya cukup untuk menampung ratusan ribu manusia. Dan, jarak dari satu tingkat ke tingkat lainnya mencapai 12 hingga ke 13 kaki. Juga, hewan-hewan dari berbagai spesies itu jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan ribu ekor. Menurut Dr Whitcomb, dalam perahu itu terdapat sekitar 3.700 binatang mamalia, 8.600 jenis itik/burung, 6.300 jenis reptilia, 2.500 jenis amfibi, dan sisanya umat Nabi Nuh. Adapun berat perahu itu diprediksikan mencapai 24.300 ton.

kapal-nabi-nuh Menurut sejumlah penelitian, perahu Nabi Nuh itu diperkirakan dibuat sekitar tahun 2465 SM (Sebelum Masehi). Dan, beberapa sarjana berpendapat, perahu Nabi Nuh itu dibangun di sebuah tempat bernama Shuruppak, yaitu sebuah kawasan yang terletak di selatan Irak.
Jika ia dibangun di selatan Irak dan akhirnya terdampar di Utara Turki, kemungkinan besar bahtera tersebut telah terbawa arus air sejauh kurang lebih 520 km.

Kebenaran penemuan itu masih diperdebatkan banyak pihak. Namun, sejumlah peneliti percaya bahwa pegunungan Ararat adalah tempat berlabuhnya kapal Nuh. Alquran tidak menyebutkan nama sebuah gunung kecuali nama al-Judi, yang berarti sebuah tempat yang tinggi.

Pegunungan Ararat dikenal sebagai gunung yang unik di Turki. Keunikannya hampir setiap hari akan tampak pelangi dari sebelah utara puncak gunung. Di Turki, pegunungan Ararat ini dikenal pula sebagai salah satu gunung yang memiliki puncak terluas di dunia dan tertinggi di Turki. Puncak tertingginya mencapai 16,984 kaki dpl. Sedangkan, puncak kecilnya setinggi 12,806 kaki. Menurut para ahli, jika seseorang berhasil menaklukkan puncak besarnya, mereka akan menyaksikan tiga wilayah negara dari atasnya, yakni Rusia, Iran, dan Turki.Wa Allahu A’lamu.

deck-kapal-nabi-nuhwordpress

Menurut Al-Quran Tentang Kapal Nabi Nuh

Adapun tentang bahtera Nabi Nuh as ini sesungguhnya Allah swt telah meninggalkannya sebagai salah satu dari tanda kebesaran-Nya dan agar orang-orang yang datang setelahnya dapat mengambil pelajaran dari kejadian yang dialami oleh Nuh dan orang-orang yang bersamanya yang kemudian diselamatkan dengan bahtera itu sementara orang-orang yang kafir terhadapnya ditenggelamkaan oleh Allah swt, sebagaimana firman-Nya :

وَلَقَد تَّرَكْنَاهَا آيَةً فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ ﴿١٥﴾
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿
١٦﴾

Artinya : “Dan Sesungguhnya telah kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, Maka Adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.” (QS. Al Qomar : 15 – 16)

Sedangkan keberadaan bahteranya setelah Allah swt menyelamatkannya serta orang-orang yang bersamanya juga telah disebutkan didalam firman-Nya :

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءكِ وَيَا سَمَاء أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاء وَقُضِيَ الأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْداً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Artinya : “Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .” (QS. Huud : 44)

Lalu diimana sebenarnya bukit Judi, yang menjadi tempat berlabuhnya bahtera Nuh inilah yang hingga kini masih banyak diperselisihkan orang. Ada yang mengatakan bahwa ia berada di Armenia, ada yang mengatakan di Iraq, ada yang mengatakan di Turki atau juga di daerah Yaman.

Mereka yang mengatakan bahwa bahtera Nuh tersebut berada di Armenia berdasarkan pada apa yang diberitakan didalam injil bahwa bahtera itu terdampar di bukit Ararat.
Namun ada juga yang mengatakan bahwa Ararat bukanlah sebuah bukit akan tetapi ia adalah sebuah perbukitan yang memanjang antara Armenia, Turki dan Iraq bagian utara sementara bukit Judi adalah salah satu bukit dari perbukitan Ararat itu.

Sementara itu orang yang mengatakan bahwa bahtera Nuh berada di Yaman mengemukakan beberapa argumentasinya seperti :

1. Bahwa tidak pernah terjadi air bah di daerah Asia Tengah yang menjadikan bahtera Nuh berada di Armenia sebagaima disebutkan berbagai sumber sejarah dan hasil dari penelitian orang-orang Amerika di Laut Mati dan daerah-daerah sekitarnya pada tahun 2005.

2. Dan disebutkan didalam beberapa sumber sejarah bahwa asal muasal kaum Nuh adalah Bani Rasib yang merupakan asal-muasal dari orang-orang Yaman yang kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jazirah Arab.

3. Keberadaan gunung yang disebut dengan Tanur—yang disebutkan didalam Al Qur’an—berada di kota Hamdan propinsi Shan’a.

4. Dan sesungguhnya kuburan Nabi Nuh berada di desa al Waqsyah yang dibangun didaerah Nahm. Hal ini dibuktikan dengan nama kota itu adalah Nahm yang juga nama dari Nabi Nuh as, Nuh adalah Nahm, sebagaimana disebutkan didalam Taurat.

5. Kota Shan’a dahulunya juga bernama kota Saam bin Nuh as.

Sementara itu Imam Ath Thobari mengatakan dari Ishaq bahwa bahtera itu berada di air selama satu tahun, melewati baitullah dan melakukan perputaran (thawaf) sebanyak tujuh kali lalu Allah mengangkatnya agar tidak tenggelam kemudian menuju Yaman dan kembali lagi ke Judi dan berlabuh di sana.

Sedangkan Al Qurthubi dan juga Al Baghowi didalam tafsirnya masing-masing menjelaskan bahwa bukit judi berada didaerah jazirah dekat al Maushul.

Didalam al Bidayah wa an Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa bukit Judi adalah bukit besar yang berada disebelah timur Jazirah Ibnu Umar hingga ke sungai Dajlah, berada dipinggiran al Maushul, (panjang bukit itu) dari selatan hingga utaranya sepanjang tiga hari perjalanan dan memiliki ketinggian sepanjang setengah hari perjalanan. Ia adalah bukit yang hijau karena ditumbuhi pepohonan dari eek (kayu) yang disampingnya terdapat sebuah desa yang bernama desa ats tsamanin sebagai tempat tinggal orang-orang yang diselamatkan bersama Nuh yang berada didalam bahtera itu. Tentang lokasi ini, Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa tidak hanya satu orang ahli tafsir yang menyebutkannya.

Namun dimana letak yang pastinya maka kita serahkan sepenuhnya kepada Allah swt yang Maha Mengetahui segala sesuatunya, Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin.

terkait http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/

Adakah Orang yang Pernah Melihat Kapal Nabi Nuh?

Selama lebih dari dua dekade terakhir pencarian kapal Nabi Nuh telah memperoleh perhatian internasional. Lusinan ekspedisi ke daerah Ararat di sebelah timur Turki, kebanyakan dilakukan oleh kelompok Kristen Amerika, telah menuntun kepada banyak klaim - tetapi tidak ada bukti.

Kapal Nabi Nuh Menurut Kitab Suci, kapal Nabi Nuh merupakan suatu perahu besar yang dibuat dari kayu gofir dan ditutup dengan pakal. Ukuran keseluruhannya adalah panjang 450 kaki, lebar 75 kaki dan tinggi 45 kaki dengan tiga geladak di dalam. Sebuah “jendela” dibuat di bagian atas (Kejadian 6:14-16). Sepintas, ukuran keseluruhan kapal ini menjadikannya kendaraan laut terbesar yang ada sebelum abad ke-20, dan proporsinya secara menakjubkan mirip dengan kapal laut besar yang ada sekarang.

Kitab Suci mengatakan bahwa kapal Nabi Nuh kandas di “pegunungan Ararat” (Kejadian 8:4). “Ararat” mungkin menerangkan suatu daerah (kerajaan kuno Urartu) dan bukan puncak gunung secara khusus. Setelah Nabi Nuh dan keluarganya meninggalkan kapal di atas gunung, kapal tersebut tidak pernah disebut-sebut lagi dalam Kitab Suci. Kemudian penulis-penulis Kitab Suci tidak pernah menyatakan bahwa mereka tahu bahwa kapal tersebut masih dapat dilihat.
Pegunungan Ararat
Pegunungan Ararat di Turki tempat kapal Nabi Nuh dilaporkan terlihat.

Pegunungan yang disebut Ararat sekarang lebih nampak seperti daerah pegunungan dengan dua puncak. Yang menarik, ada banyak laporan sepanjang sejarah mengenai perahu besar di pegunungan di daerah ini. Keterangan yang paling awal (bermula pada abad ke-3 S.M.) menyatakan bahwa sudah diketahui secara umum bahwa kapal Nabi Nuh itu masih dapat dilihat di pegunungan Ararat.

Laporan-laporan selama lebih dari seabad terakhir ini berkisar dari kunjungan ke kapal tersebut, sampai penemuan kayu, sampai foto pemandangannya. Secara umum dipercaya bahwa sekurang-kurangnya sebagian besar dari kapal itu masih utuh, tidak di atas puncak yang tertinggi, tetapi di suatu tempat di atas 10.000 kaki. Terperangkap dalam salju dan es hampir sepanjang satu tahun, hanya pada musim panas yang hangat saja struktur kapal tersebut dapat dilihat atau didekati. Beberapa orang mengatakan telah memanjat atapnya, yang lainnya mengatakan mereka telah berjalan-jalan di dalamnya.

Pada tahun 1980-an, “ark-eology” mendapat kehormatan dengan berpartisipasinya mantan astronot NASA James Irwin dalam ekspedisi ke pegunungan. Sebagai tambahan, investigasi kapal Nabi Nuh diuntungkan dengan pecahnya Uni Soviet, karena pegunungan tersebut tepat berada di perbatasan Turki-Soviet. Ekspedisi ke atas pegunungan selalu dianggap sebagai ancaman keamanan oleh pemerintah Soviet.

Sayangnya, kunjungan-kunjungan ke situs yang diusulkan tidak menghasilkan bukti lebih lanjut, tempat beradanya foto-foto tidak diketahui lagi, dan peninjauan yang berbeda tidak menuju ke lokasi yang sama di pegunungan. Lebih dari itu, astronot James Irwin telah meninggal, seorang saksi mata inti telah menarik diri dari hadapan publik, dan sudah ada beberapa ekspedisi baru ke pegunungan di tahun 1990-an.

Tetapi usaha-usaha masih tetap berjalan. Sementara Asosiasi untuk Penelitian Kitab Suci (Associates for Biblical Research) tidak terlibat dalam usaha-usaha ini, kami melanjutkan penelitian tentang laporan-laporan kuno, pengakuan lebih lanjut dari saksi mata dan memperbaharui usaha untuk menentukan tempat berlabuhnya kapal Nabi Nuh. Masih banyak ekspedisi yang menunggu. Jika kapal tersebut memang ada di atas sana, kita akan mendengar beritanya.
REFERENCES

* Crouse, Bill. 1992. "Noah's Ark: Its Final Birth," Bible and Spade 5:3, pp. 66-77.
* Livingston, David. 1993. "The Date of Noah's Flood: Literary and Archaeological Evidence," Bible and Spade 6/1: 13-17.
* Shea, William. 1988. "Noah's Ark?" Bible and Spade 1/1: 6-14.

Translated by: Jasinta
from http://www.christiananswers.net/

Pengarang: Gary Byers of Associates for Biblical Research

Proposal Pembangunan

PANITIA PEMBANGUNAN / REHAB MASJID AN NUUR
BARAN, SENDANGAGUNG, MINGGIR, SLEMAN, YOGYAKARTA
Sekretariat : Baran 06 RT 01/ RW 12, Sendangagung, Minggir, Sleman, Yogyakarta 55562.
Telp.085725767272 / 081931731893
====================================================================
Nomor : 02/PPM.II/09/09 Baran, 04 September 2009
Lampiran : 1 bendel
Hal : Permohonan Dana


Kepada :
Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i
di tempat


Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya, serta sholawat dan salam semoga ditetapkan atas nabi Muhammad SAW.

Sehubungan kondisi Masjid AN NUUR sejak pasca gempa tahun 2006 sungguh memprihatinkan, oleh karenanya kami akan merehapnya, namun karena keterbatasan dana, maka belum dapat kami laksanakan. Oleh karena itu kami memohon dengan hormat agar kiranya Bapak/Ibu/Saudara berkenan mengulurkan dananya untuk terlaksananya pembangunan atau rehab masjid tersebut.

Demikian permohonan kami, atas perhatian dan bantuannya diiucapkan terimakasih. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, Amin ya robbal’alamin.

Untuk bahan pertimbangan kami lampirkan daftar kepanitiaan, anggaran dan gambar kondisi Masjid An Nuur saat ini .

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Ketua Sekretaris


Kelik Istudiyanto Darmawan Saputro


Mengetahui
Dukuh 06 Takmir


Supriyanta Teguh


Camat Minggir Kepala Desa Sendangagung


Drs. Ahmad Yuno Nurkaryadi, MM Drs. Hadjid Badawi

=====================================================================

I. NAMA KEGIATAN
Permohonan bantuan dana pembangunan “Masjid An-Nuur” Baran, Sendangagung, Minggir, Sleman, Yogyakarta.

II. LATAR BELAKANG
Masjid adalah tempat suci atau tempat ibadah agama Islam yang merupakan agama terbesar di Indonesia. Masjid sering disebut Baitullah yang artinya adalah rumah Allah SWT. Untuk itu kita sebagai hamba Allah SWT harus dapat merawat, menjaga dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Oleh karena itu kami dari “Panitia Pembangunan Masjid An-Nuur” bermaksud untuk merehap atau membangun Masjid yang hampir runtuh akibat gempa yang terjadi di Yogyakarta pada tahun 2006 silam, Namun karena keterbatasan dana pembangunan tersebut sampai sekarang belum dapat kami laksanakan. Sehubungan dengan hal tersebut masih sangat kami butuhkan bantuan dana untuk pembangunan Masjid kami.

III. TUJUAN
Pembangunan Masjid ini mempunyai fungsi dan tujuan baik yang banyak, antara lain :
  1. Untuk menyelamatkan Baitullah (Rumah Allah) yang sudah hamper runtuh.
  2. Untuk menambah minat dan semangat muslimin dan muslimat warga setempat untuk melaksanakan ibadah sholat di Masjid.
  3. Dapat menambah dan mempertebal iman dan Islam.Untuk membujuk umat Islam yang imanya masih lemah untuk lebih giat beribadah .

IV. SASARAN / LOKASI
“Masjid An Nuur“ yang beralamat di Baran RT 01 RW 12 Padukuhan 06 Watugajah, Sendangagung, Minggir, Sleman, Yogyakarta 55562

V. WAKTU PELAKSANAAN
Pembangunan Masjid insyaallah akan dimulai pada bulan januari 2010 atau secepat mungkin setelah pengumpulan dana sudah memadai.

VI. SUSUNAN PENGURUS
Terlampir

VII. PENUTUP
Demikian permohonan kami buat semoga dapat dipahami dan dikabulkan, sebelum dan sesudahnya kami menghaturkan banyak terimakasih.

VIII. ANGGARAN BIAYA



SUSUNAN PANITIA

1. Pelindung : Bp. Supriyanta (Kepala Dukuh 06)

2. Penasehat : Bp. Abdul manan

3. Ketua :
I. Bp. Kelik Istudiyanto
II. Bp. Teguh

4. Sekretaris :
I. Sdr. Darmawan Saputro
II. Sdr. Erika Dwi Isfariyanto

5. Bendahara :
I. Bp. Edy Sundah
II. Bp. Sardi

6. Seksi-seksi :
a. Pembangunan
1) Bp. Yuli Riyanto
2) Bp. Sartono

b. Konsumsi
1) Bp. Komari
2) Bp. Suryat

c. Humas
1) Bp. Saryono
2) Sdr. Hendri Aribowo

7. Anggota :
a. Bp. Slamet
b. Bp. Muhadi
c. Bp. Mukijo
d. Sdr. Warsidi
e. Sdr. Setyo Purnomo
f. Sdr. Dwi Kirwanto g. Heri
h. Alfian
i. Priyono
j. Nur Hadi
k. Nanang
l. Dewi m. Wulan
n. Rina
o. Pubri
p. Puji
q. Eny
r. Ida s. Riris
t. Nur Rahman
u. Nova
 Seluruh Anggota RIMBA ( Remaja Islam Masjid Baran)

Followers